Automated Organization ProfileFakultas Industri Kreatif - Innovative Lifestyle Designed Environment
Fakultas Industri Kreatif - Innovative Lifestyle Designed Environment
Current S-Index
Sum of Dataset Indices for all datasets
Average Dataset Index per Dataset
Average Dataset Index per dataset
Total Datasets
Total datasets in this organization
Average FAIR Score
Average FAIR Score per dataset
Total Citations
Total citations to the organization's datasets
Total Mentions
Total mentions of the organization's datasets
S-Index Interpretation
The S-Index (Sharing Index) is a comprehensive metric that represents the cumulative impact of all your datasets. It is calculated as the sum of Dataset Index scores across all your claimed datasets.
What it means:
- A higher S-index indicates greater overall impact of your datasets relative to typical datasets in their fields of research
- The S-Index grows as you add more datasets or as existing datasets gain more citations and mentions
- It provides a single number to track your research data impact over time
Current S-Index: 6.7 (sum of 11 datasets Dataset Index scores)
More information here.
S-Index Over Time
Cumulative Citations Over Time
Cumulative Mentions Over Time
Datasets
:unav
Authors
- Rusyda, Hana Faza Surya
:unav
Authors
- Rusyda, Hana Faza Surya
Data dokumentasi rumah vernakular terdapat pada Desa Jabungan Kota Semarang Jawa Tengah, yang telah di analisis berdasarkan elemen dan tata layout arsitektural serta desain interior pada jurnal sebagai berikut: https://jurnal.umj.ac.id/index.php/nalars/article/view/7240 https://ejournal.undip.ac.id/index.php/endogami/article/view/34827
Authors
- Rusyda, Hana Faza Surya
:unav
Authors
- Rusyda, Hana Faza Surya
:unav
Authors
- Rusyda, Hana Faza Surya
:unav
Authors
- Rusyda, Hana Faza Surya
:unav
Authors
- Rusyda, Hana Faza Surya
:unav
Authors
- Rusyda, Hana Faza Surya
:unav
Authors
- Rusyda, Hana Faza Surya
Indonesia yang kaya akan sumber daya alam tidak menjadi jaminan menciptakan masyarakatnya sejahtera dan maju, kemerdekaan hanyalah ilusi semata, kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah bangsa ini yang sudah sejak lama belum terselesaikan, buruknya kinerja pemerintah menambah beban yang harus ditanggung generasi muda sebagai generasi penerus, pelestarian budaya kolonialisme kemudian menjadikan bangsa ini sebagai bangsa konsumen, bangsa pengikut. Tidak bisa dipungkiri dengan menjadi negara konsumen kita menjadi ‘kaya’ akan berbagai pengetahuan, informasi dan produk berteknologi tinggi, ditambah dengan makin meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah yang menjadikan Indonesia sebagai pasar yang besar. Akan tetapi ternyata kita belum dapat menjadi bangsa yang makmur dan mandiri, kita menjadi pasar terbesar ketiga untuk produk sepeda motor akan tetapi kita masih belum dapat memproduksinya sendiri, begitu pula dengan berbagai produk konsumsi lainnya. Sudah saatnya kita maju dengan landasan pengembangan, bukan lagi hanya pelestari budaya lama yang statis, bukan lagi melihat peluang dari devisa TKI. Kita harus mulai mengandalkan sumber daya manusia yang kreatif, generasi muda yang menjadi solusi yang berorientasi ke masa depan. Kreativitas jika kita telusuri ternyata memiliki potensi yang besar yang dapat memberikan pengaruh besar pula terhadap berbagai aspek kehidupan yang kita jalani, peran kreativitas para generasi muda sebagai generasi penerus bangsa harus ditingkatkan karena mereka adalah salah satu kekuatan yang dapat mengoptimalkan seluruh potensi bangsa Indonesia. Kata kunci: kreativitas; generasi muda; budaya; kemajuan bangsa; industri kreatif
Authors
- Herlambang, Yanuar